Skip to ContentSkip to Navigation
About usFaculty of Science and EngineeringFaculty News

Hasil pertama Program Postdoc KNAW di Indonesia sangat menjanjikan

16 februari 2009

Dalam kerangka Program Postdoc SPIN dari Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Belanda (Koninklijke Nederlandse Akademie van Wetenschappen, KNAW) tiga peserta Program Postdoc (Pascadoktor) berhasil menyelesaikan proyek mereka dengan gemilang. Setelah selesai dengan proyek postdoc itu mereka bertiga meraih kedudukan guru besar atau lektor kepala di universitas di Indonesia. Mengingat tujuan Program Postdoc SPIN, yaitu menghasilkan para postdoc Indonesia dalam dunia akademis Indonesia, maka hasil pertama itu dinilai sangatlah positif. Dalam setiap proyek terlibat pula para peneliti Belanda. Di antara universitas dan institut Indonesia dan Belanda yang terlibat dalam semua proyek itu terjalinlah kerja sama yang erat.

Di Fakultas Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Asep Supriatna mengembangkan model matematis untuk mensimulasikan penyebaran demam berdarah di masyarakat dari segala usia dan di berbagai wilayah. Dengan model-model matematis itu dia juga menganalisis penyebaran penyakit-penyakit menular lain yang berjangkit di Indonesia. Penelitian itu dilaksanakan atas tanggung jawab Prof. Edy Soewono (ITB) dan Prof. Stephan van Gils dari Universiteit Twente. Baru-baru ini Dr. Supriatna diangkat menjadi Dekan Fakultas Matematika Universitas Padjadjaran (Bandung) dan pengangkatannya sebagai guru besar Biomatematika pada universitas yang sama akan segera menyusul.

Dr. Agung Karuniawan (Universitas Padjadjaran, Bandung) melakukan penelitian atas jenis-jenis Vigna Savi tradisional dan liar di Indonesia-Timur. Tanaman yang termasuk genus ini, misalnya kacang polong, kacang merah, kacang kedelai, dan kacang tanah. Karuniawan mengumpulkan benih dari jenis yang sudah dibudidaya dan yang liar serta mencatat habitat, penyebaran, dan pemanfaatannya oleh masyarakat setempat. Dia juga menganalisis keragaman genetis dari sejumlah jenis yang sudah dikumpulkan dan menempatkan jenis-jenis itu dalam bank benih regional dan nasional. Prof.Dr. Tarkus Suganda memimpin kelompok peneliti Indonesia dengan Dr. Karuniawan sebagai salah satu penelitinya. Mitra Belanda penelitian ini adalah Dr. Bert Visser dari Pusat Sumber Daya Genetik Belanda (Centre for Genetic Resources, the Netherlands) di Wageningen. Hasil penelitian ini dapat dipergunakan para peneliti untuk mengembangkan tanaman baru. Belum lama ini Universitas Padjadjaran di Bandung mengangkat Karuniawan sebagai Guru Besar Pemuliaan Tanaman.

Di bawah pimpinan Prof. May On Tjia, Dr. Agustinus Agung Nugroho dari Institut Teknologi Bandung meneliti pengaruh tegangan pada kisi-kisi metal di kopling antara sifat-sifat magnetis dan elektris dari bahan itu. Para peneliti menemukan, misalnya,bahwa ‘pengotoran’ metal dengan bahan lain memperkuat kopling antara pengaturan magnetis dan elektris hampir dua kalinya. Nugroho bekerja sama dengan Prof. Tom Palstra dari Pusat Sains Bahan (Material Science Center), Rijksuniversiteit Groningen. Dr. Nugroho telah diangkat menjadi Lektor Kepala di Institut Teknologi Bandung. Dalam kedudukannya itu dia akan terus mengembangkan kerja sama dengan RuG.

Pada tahun 2005 KNAW membentuk Program Postdoc SPIN dengan tujuan mendorong para doktor muda Indonesia yang berbakat untuk lebih lanjut mengembangkan keilmuan mereka dan dengan demikian menjaga kepakaran serta memberi sumbangan pada pemerkuatan dasar ilmu pengetahuan di Indonesia. Setiap tahun tersedia dana300.000 euro untuk membiayai enam posisi postdoc selama dua tahun. Dalam empat tahun ini telah terpilih 24 postdoc dalam program ini. Tahun kelima dan untuk sementara ini merupakan putaran terakhir dimulai pada musim panas dengan tenggat pada tanggal 19 Oktober 2009.

Keterangan lebih lanjut tentang Program Postdoc SPIN dapat ditemukan pada situs KNAW.

Laatst gewijzigd:31 januari 2017 23:13
printView this page in: Nederlands

Meer nieuws